Tulisan berjalan

Pendidikan adalah Investasi Masa Depan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2024

 Tip dan Trik seputar Komputer

Masalah yang sering muncul, dan membuat pusing kepala karena tersentuh touch keyboard secara tidak sengaja. Berikut beberapa kasus yg muncul dan cara menangani sendiri:

1. Touchpad tidak bergerak tekan tombol Fn+F7

2. Tampilan monitor di laptop  terbalik > tekan  control+Alt + Kursor 

3. Ketika ditekan huruf maka yg muncul angka > tekan Fn+numlock/F11

4. Charger tidak bisa mengisi baterai

     - Klik kontrol panel > pada headware & sound  pada menu  device nd printer klik Devise manager >

       Klik baterai > klik kanan microsoft ACPI > klik uninstal > restar komputer (saya telah mencoba dan berhasil)


Sabtu, 30 Oktober 2021

 PRESTASI GEMILANG ANAK SMK DUTA


Gbr:  Proses latihan bersama PT Telkom

Tabe salamat lingu nalatai, salam sujud karendem malempang.

Barito Timur adalah kabupaten yang berada hampir dititik tengah jantung pulau Borneo, kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Perjalanan darat dari Banjarmasin memerlukan waktu 7-8 jam, dari ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah Palangkaraya 7-8 jam, Lumayan jauh.. Menjadi Kabupaten pemekaran baru  pada tahun 2003. 

SMK Negeri 2 Tamiang Layang merupakan salah satu dari 6 SMK yg ada di kabupaten ini, Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan satu diantara 6 Prodi yang ada di SMK DUTA.

Prodi ini merupakan favorit sejak dibuka tahun 2006, setiap tahun dibuka 2 kelas. Prestasi Gemilang selalu diperoleh :

1. Juara 1 IT network support  Tk Provinsi Oleh Maya Damayanti sekarang dosen STIMIK Palangkaraya

2. Juara 1 Software aflication Tk Provinsi oleh Dana Putri harum 

3. Juara 3 IT Netwok oleh ...

4. Juara 3 software aplikation oleh Rico 

5. Juara 1 Information Nework Cabling Tk Provinis Oleh Rosian Margaret Prinses Dalugu tahun 2021

6. Mendapat medali for Excellen tingkat nasional oleh Rosian Margaret Princes tahun 2021

7. Juara 3 Web Desaign tk. Provinsi Kalimantan Tengah oleh Dimas tahun 2022

Ijinkan kami sedikit berbangga hati dengan prestasi terbaru karena bisa masuk 10 besar, dengan guru yang tidak satupun memliki kualifikasi akademik sebagai sarjana komputer dan jaringan bisa membawa Kalimantan Tengah berada di atas DKI Jakarta, Kalsel, Sumut, Sumbar, Sumsel, Banten, Kaltim, Maluku, Aceh, Bengkulu, Sulsel, Sulsel, NTT, NTB, Sebagai peringkat 6 nasional bidang information Network Cabling.

WorldSkills Scale Results


Terima kasih dukungan banyak pihak terutama PT. Telkom Tamiang Layang, Pa Sando, Pa Yandri, Pa Sugianor, Pa Huza, dan Pa Eras.

 Gbr. Persiapan lomba

Gbr: Lomba hari ke 2

Gbr. Latihan di Kantor Telkom

Gbr: Lomba hari pertama



Gbr: Penyerahan tropi juara I tk Provnsi


Selasa, 17 Agustus 2021

 

MENANGANI MASALAH OFFICE 2016 “PRODUCT ACTIVATION FAILED”

 

 

Beberapa kali saya mengalami masalah yang sama pada saat menggunakan Microsoft office 2016, dimana saya tidak bisa melakukan apa-apa karena semua tombol; toolbar, menu bar dll tidak aktif alias tidak berfungsi gan.

 

Cara yang pernah saya gunakan ada dua:

 

1.  Klik windows explorer > klik local disk C > program file (x86)> microfoft office > office 16 > klik kanan OSPPREARM > run administrator dan tunggu beberapa saat sampai success full

 

Kurang lebih 3 bulan ini office saya masih bisa digunakan dengan baik gan, tetapi hari ini muncul lagi product activation failed, saya kelabakan dan cari sana-sini akhirnya nanya mbah google, dan cara berikut ini membuat berhasil.

 

2.  Gunakan Langkah-langkah berikut:

      1) Buka browser “bit/ly/office2016txt”

      2) Klik https://get.msguides.com/office2016.txt

      3) Kopy text berikut:

 

@echo off

title Activate Microsoft Office 2016 ALL versions for FREE!&cls&echo ============================================================================&echo #Project: Activating Microsoft software products for FREE without software&echo ============================================================================&echo.&echo #Supported products:&echo - Microsoft Office Standard 2016&echo - Microsoft Office Professional Plus 2016&echo.&echo.&(if exist "%ProgramFiles%\Microsoft Office\Office16\ospp.vbs" cd /d "%ProgramFiles%\Microsoft Office\Office16")&(if exist "%ProgramFiles(x86)%\Microsoft Office\Office16\ospp.vbs" cd /d "%ProgramFiles(x86)%\Microsoft Office\Office16")&(for /f %%x in ('dir /b ..\root\Licenses16\proplusvl_kms*.xrm-ms') do cscript ospp.vbs /inslic:"..\root\Licenses16\%%x" >nul)&(for /f %%x in ('dir /b ..\root\Licenses16\proplusvl_mak*.xrm-ms') do cscript ospp.vbs /inslic:"..\root\Licenses16\%%x" >nul)&echo.&echo ============================================================================&echo Activating your Office...&cscript //nologo ospp.vbs /setprt:1688 >nul&cscript //nologo ospp.vbs /unpkey:WFG99 >nul&cscript //nologo ospp.vbs /unpkey:DRTFM >nul&cscript //nologo ospp.vbs /unpkey:BTDRB >nul&cscript //nologo ospp.vbs /unpkey:CPQVG >nul&cscript //nologo ospp.vbs /inpkey:XQNVK-8JYDB-WJ9W3-YJ8YR-WFG99 >nul&set i=1

:server

if %i%==1 set KMS=kms7.MSGuides.com

if %i%==2 set KMS=kms8.MSGuides.com

if %i%==3 set KMS=kms9.MSGuides.com

if %i%==4 goto notsupported

cscript //nologo ospp.vbs /sethst:%KMS% >nul&echo ============================================================================&echo.&echo.

cscript //nologo ospp.vbs /act | find /i "successful" && (echo.&echo ============================================================================&echo.&echo #My official blog: MSGuides.com&echo.&echo #How it works: bit.ly/kms-server&echo.&echo #Please feel free to contact me at msguides.com@gmail.com if you have any questions or concerns.&echo.&echo #Please consider supporting this project: donate.msguides.com&echo #Your support is helping me keep my servers running everyday!&echo.&echo ============================================================================&choice /n /c YN /m "Would you like to visit my blog [Y,N]?" & if errorlevel 2 exit) || (echo The connection to my KMS server failed! Trying to connect to another one... & echo Please wait... & echo. & echo. & set /a i+=1 & goto server)

explorer "http://MSGuides.com"&goto halt

:notsupported

echo.&echo ============================================================================&echo Sorry! Your version is not supported.&echo Please try installing the latest version here: bit.ly/downloadmsp

:halt

pause >nul

 

       4)  Buka Notepad > simpan dengan nama Activator.cmd ke desktop.

       5)  Klik kanan file activator.cmd > run administrator > tunggu sampai sukses aktivasi.

       6)  Berhasil deh

 

    Selamat mencoba

    Tamiang Layang, 17-08-2021

    

    Merdekaaaa..

 

Sabtu, 23 November 2019


PIDATO NADIEM MAKARIM DI HGN 2019




PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Senin, 16 April 2018

ASOSIASI PROFESI GURU


Organisasi Guru Lebih Dari Satu, Mana Yang Diakui Pemerintah?

Awal tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengeluarkan rambu-rambu untuk menata organisasi guru. Sampai saat ini belum ada organisasi profesi guru yang diakui secara resmi oleh pemerintah.

Organisasi yang sesuai ketentuan bakal diakui sebagai organisasi profesi guru.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan, sampai saat ini belum ada organisasi guru yang diakui secara resmi oleh pemerintah. 
’’Maret tahun depan insyallah akan dikeluarkan kriteria-kriteria organisasi guru,’’ jelasnya.
Pejabat yang akrab disapa Pranata itu mengatakan, tidak mempermasalahkan meskipun saat ini muncul banyak organisasi profesi guru. Diantaranya yang sudah mengakar cukup lama yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kemudian ada juga Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Tanpa menyebutkan nama, Pranata menjelaskan ada organisasi guru yang keterwakilan massanya cukup besar. Namun upaya mengawal peningkatan kompetensi anggotanya belum maksimal. 
Kemudian ada organisasi guru lain yang anggotanya belum banyak, namun gencar menggelar seminar-seminar pengembangan guru. Pada intinya Pranata berharap organisasi profesi guru itu bersifat dari guru, oleh guru, dan untuk guru. Sehingga seluruh anggota, pengurus di daerah, sampai di pusat semuanya diisi oleh guru. Bukan diisi oleh profesi lain, meskipun dengan dalih membela guru.
Rencana Kemendikbud mengeluarkan rambu-rambu untuk organisasi profesi guru menuai respon beragam. Plt Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menuturkan sebaiknya Kemendikbud mengurus tugasnya sendiri. Menurutnya kinerja Kemendikbud, khususnya untuk guru, masih banyak yang belum maksimal. Dia mencontohkan untuk penganggaran tunjangan profesi guru (TPG), Kemendikbud hampir saja kedodoran. Akhirnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menarik sebagian anggaran TPG 2016. Alasannya masih banyak uang TPG yang ngendap di daerah.

’’Biarkan kami para guru berkumpul dan menghidupkan organisasi sendiri,’’ jelasnya. 
Unifah menuturkan PGRI selama ini sudah menjalankan kegiatan pembinaan kompetensi guru. Bahkan pembinaan ini berjalan hingga tingkat kecamatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menyambut baik rencana Kemendikbud menata organisasi profesi guru itu. 
’’Di internal, kami akan mengumumkan asosiasi-asosiasi guru di bawah IGI sesuai mata pelajaran,’’ jelasnya. Baginya tidak masalah nantinya banyak organisasi profesi guru. Namun pemerintah harus selektif ketika menentukan mana organisasi profesi guru yang akan diakui. Di antara indikatornya harus mengarah pada organisasi mana yang lebih bekerja ngopeni guru. 

’’Kami berharap ada kriteria-kriteria yang jelas. Supaya organisasi profesi guru tidak liar,’’ tuturnya.
Menurut pria asal Makassar itu di UU Guru dan Dosen sejatinya sudah diatur tentang organisasi profesi guru. Namun di dalamnya tidak ada ketentuan detail tentang rambu-rambu kriteria organisasi guru. Dia berharap dalam waktu dekat Kemendikbud segera menerbitkan peraturan menteri soal kriteria organisasi profesi guru. (wan/sam/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com

Kamis, 22 Maret 2018

Penyakit Menular Seksual


BERJUANG MEMBERI DAMPAK

Catatan seminar penyakit menular seksual.

Dalam sebuah pertemuan Kebaktian bapak-bapak (Kategorial SPB Jemaat GKE Tamiang Layang) materi renungan adalah tentang PMS (Penyakit Menular Seksual),  yang disampaikan oleh kawan-kawan yang pernah mendapat binaan MISSION 21 sebagai penyuluh dibidang Narkoba, HIV dan AIDS. Bapak-bapak sangat serius dan semangat memperhatikan presentasi,  sampai banyak yang berdiri di depan pintu rumah tempat kebaktian. Presentasi yang disampaikan dilengkapi dengan gambar-gambar kelamin yang terjangkit Penyakit Seksual Menular (PMS),  yang membuat ngeri sebagian bapak-bapak (takut kali ya dah terjangkit..he..he..).
Seorang bapak menghampiri tim selesai ibadah,  sambil makan dan bercerita bahwa ia (Penisianto nama samaran, duda usia 36 th dengan 1 anak) sering melakukan hubungan dengan banyak gadis belia (seusia SMA/SMK bahkan SMP).  Beliau berkonsultasi dengan tim dengan mulai bertanya
“Berapa banyak ODHA (orang dengan Hiv, Aids) di Tamiang Layang?”.  
“Banyak wanita/pria” kata bu Yeyen Veronika, A.Mk tim penyuluh
yang kesehariannya bertugas menangani Korban HIV, AIDS di RSUD
Tamiang Layang.
“Usia berapa kira-kira?” tanya Penisianto semangat mengejar jawaban bu Yeyen.
“Kalau estimasi 700-800 orang, tapi untuk data yg lain itu rahasia” jawab bu Yeyen.      
Akhirnya si bapak mengaku bahwa sering gonta ganti pasangan sejak tahun 1996 sudah sekitar 93 wanita ditidurinya.....woooow...woow....wow.....
“Bu, saya terus terang saja bahwa saya sering melakukannya dengan anak-anak remaja saja. Apakah saya rentan terkena PMS?” kata Penisianto
“Ya, siapa saja yang melakukan seks bebas artinya tidak dengan satu pasangan sangat rentan terkena PMS” jawab bu Hesti, A.Md. Keb.
“Bukankah saya hanya berhubungan dengan gadis-gadis yang belum tentu terjangkit PMS?” bantah Penisianto.
“Penyakit Menular Seksual tidak mengenal masih muda belia, psk atau bukan psk. yang jelas berhubungan seks dengan bukan satu pasangan sangat rentan terjangkit PMS” timpal bu Enni Teresia, S.Pd guru SMK 1 Tamiang Layang dan bu Karyawati, A.Md. Keb.

Sampai saat ini,  memang yang bersangkutan tidak ada tanda dan gejala seperti PMS dalam pemaparan tim.
Tim yang dilatih oleh Mission 21 di GKE Tamiang Layang,  berasal dari berbagai profesi yang juga melayani seksi kategorian di Gereja.
1.      Yeyen Veronika, A.Mk tim penyuluh yang kesehariannya bertugas menangani Korban HIV, AIDS di RSUD Tamiang Layang. Pengurus SPPER lingkungan Betesda
2.      Hesti, A.Md. Keb Bidan di RSUD Tamiang Layang, Pengurus SPPER lingkungan Siloam.
3.      Karyawati, A.Md.Keb Bidan di RSUD Tamiang Layang, Pengurus SPPER lingkungan Siloam
4.      Enni Teresia, S.Pd, Guru SMK 1 Tamiang Layang, Ketua/Pembina SPR-Remaja
5.      Herpiyedi, S.Pd.T, Guru SMK 1 Tamiang Layang, Pembina SPP-Pemuda
6.      Sunito Karno, S.Pd. Guru SMK 2 Tamiang Layang, Ketua Lingkungan siloam.
Perjalanan TIM Penyuluh cukup berat karena juga melayani ke kampung sekitar yang hanya bisa dilewati dengan bersepeda motor untuk melayani Jemaat dalam Seksi Pelayanan Kategorial di Resort GKE Tamiang Layang yang berjumlah 22 Jemaat/Desa.
Penyuluhan telah dilakukan di SPB, SPP, SPR dan SPPER bahkan juga dilakukan di Sekolah Hari Minggu, yang lebih sulit penyuluhannya adalah di SHM karena harus dijelaskan dengan sederhana dan benar. Tetapi yang luar biasa dan lucu hasilnya adalah di Sekolah Minggu karena minggu depannya anak perempuan tidak berani dekat dengan anak laki-laki....ha....ha....karena tidak boleh bersentuhan...
Sekilas materi Penyuluhan seputar Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebut juga venereal, berasal dari kata venus, yaitu dewi cinta dari romawi kuno. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena seringnya seseorang melakukan hubungan dengan berganti-ganti pasangan. Bisa juga karena melakukan hubungan seksual yang sebelumnya telah terjangkit salah satu penyakit ini. (Ajen Dianawati, 2003)
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.  Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun.  Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini.
Hampir seluruh PMS dapat diobati.  Namun, PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.  PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, belum dapat disembuhkan.  Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan.  Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab mematikan.  Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan.  Pendidikan dan penyuluhan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.
Bahaya Narkoba – Bagi pecandu, bahaya narkoba tidak hanya merugikan masalah fisik saja,  tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalahartikan akibat penggunaan diluar fungsinya,  dan dengan dosis yang diluar ketentuan. Apabila disalahgunakan, bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Ketergantungan inilah bahaya narkoba yang akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.
Hindarilah!!!!! Berganti-ganti pasangan dan bahaya narkoba.
Terima Kasih Mission 21. GBU

Penulis, Sunito Karno, S.Pd

(editing by Maslani-2018)

Senin, 19 Maret 2018

Menantang Maut Ke sekolahku


MENDAYUNG JUKUNG MENANTANG MAUT

Pengalaman anak sekolah di pelosok negeri
By. SUNITO, S.Pd

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan provinsi yang terluas di Indonesia. Ibukotanya Palangka Raya.  Kalimantan Tengah memiliki luas 157.983 km²,  setara dengan 4 kali luas  Pulau Jawa. Berdasarkan sensus tahun 2010 provinsi ini memiliki populasi 2.202.599 jiwa, kemudian pada tahun 2017  jumlah penduduk Kalimantan Tengah bertambah menjadi  2.605.274 Jiwa.  Provinsi Kalimantan Tengah ini  memiliki 13 Kabupaten dan 1 kota, serta memiliki banyak perkampungan yang  berada di daerah pedalaman.
Di sebuah kampung di pedalaman Kalimantan Tengah,  ada  sebuah  desa  yang berada di  tepi   sungai Barito, tepatnya berada di Kabupaten Barito Selatan, Mahajandau nama desanya. Banjir yang dialami oleh masyarakat setiap tahun cukup  mengejutkan bagi yang tidak pernah tahu, karena hampir 5-6  bulan lamanya.  Banjir tersebut berlangsung antara bulan Desember sampai dengan bulan Mei tahun berikutnya.  Pertanyaanya, bagaimana anak-anak  kampung tersebut dapat bersekolah?
Ketika pagi itu sekitar jam 06.30 WIB pagi, seorang anak kecil, usia sekitar 6-7 tahun. Ia masih  duduk di kelas satu Sekolah Dasar sedang mendayung Jukung ke kiri dan ke kanan, dayungnya berpindah mengimbangi arah perahu yang ia gunakan. Saat itu, penulis dan keluarga sedang pulang kampung. Ketiga anak saya melongo dan terkagum-kagum melihat anak kecil tersebut, bukan karena anak kecil berseragam putih merah,  tetapi karena dia duduk di tuntung jukung (ujung perahu bagian belakang) sambil mendayung perahunya sendirian. Hal ini terlihat mengerikan dan menakutkan serta tidak dapat  dilakukan ketiga anak saya, meskipun usianya lebih tua dari anak kecil tersebut, karena anak saya sudah  kelas 9 SMP. Mungkin dibenak anak-anak saya terbersit sebuah pertanyaan,  “bagaimana kalau jatuh ?”.

“Kueh indum dengan bapam ?” (mana ibu ayahmu?) kata isteri saya.
“Jadi tulak endau manyenguk buwu!” (sudah berangkat tadi menenguk bubu) kata si anak tadi. 
Sepertinya ada kekhawatiran di mata isteri saya, Mengapa orang tuanya tidak mengantar atau mendampingi anak kecil tersebut ke sekolah?. Tidak ada kekhawatiran atau ketakutan di mata anak kecil tersebut. Hanya ada semangat penuh harapan ingin cepat sampai ke sekolah. Tiba di sekolah, anak kecil itu menemukan kursi dan meja sekolahnya mengapung di atas air, padahal tiang sekolah sudah setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. 

“Anak-anak, pulang saja, nanti turun ke sekolah kalau banjirnya sudah surut” kata salah satu guru yang tinggal di perumahan SD tersebut. “Horrrreeeee....” kata anak kecil tadi sambil memutar haluan jukung pulang kembali ke rumahnya.

Sangat mengagumkan dan sungguh luar biasa.  Adalah anak-anak yang sudah berusia 7 tahunan mampu mendayung perahu mereka dengan semangat menuju sekolah tanpa diantar  oleh orang tua atau kakak- kakak mereka. Semangat ini sungguh luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak kampung  yang berada di padamalan Kalimantan Tengah ini. Keinginan dan semangat untuk bersekolah yang kuat mampu menghadapi tantangan alam yang tidak bersahabat ini, meski pun bertaruh nyawa.  
Tuntutan alam di daerah pedalaman yang membuat anak-anak yang sejak kecil sudah  dapat mendayung perahu sendirian mengarungi sungai Mangkatip yang melintasi perkampungan mereka. Mereka berangkat ke sekolah hanya dengan beberapa teman untuk  menuju sekolah yang relatif jauh dari rumah-rumah mereka. Hebatnya lagi, mereka mendayung perahu menuju ke sekolah tanpa diantar atau didampingi oleh orangtua mereka masing-masing. Orangtua mereka sudah pergi pagi-pagi ke kebun, mencari ikan,  atau hutan sebelum anak-anaknya pergi ke sekolah.
Kebanyakan rumah-rumah masyarakat di pedalaman Kalimantan Tengah yang berada di pinggir sungai  memiliki tiang-tiang yang tinggi. Rata-rata di atas 1 (satu) meter, bahkan lebih tinggi lagi, karena kedalaman air ketika musim banjir, tinggi air dapat mencapai lebih 2 meter. Sementera itu, bangunan sekolah yang ada di kampung ini ketinggiannya 1,5 meter, dan saat banjir sekolah terendam air  sungai Barito yang meluap. Ketika sekolah terendam air ini, maka sekolah diliburkan.  Libur sekolah karena sekolah terendam banjir menjadi sesuatu hal yang menyenangkan bagi anak-anak pedalaman ini. Mereka dapat bermain air dan perahu kapan saja, sesuai dengan kesukaan mereka, tanpa diawasi oleh orangtua mereka.
Pergi dan pulang sekolah dan permainan menggunakan perahu atau jukung yang penuh tantangan tersebut mereka lakukan dengan penuh suka cita.  Tantangan yang penuh bahaya ini  mereka lakukan  dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ketika sekolah mereka terendam oleh air sungai yang meluap itulah saatnya mereka untuk bersenang-senang,  karena sekolah diliburkan. Banjir membuat anak sekolah ini tidak memiliki tempat untuk belajar,  karena kursi dan meja terapung di atas air. 
Selama ini, belum ada bantuan pemerintah untuk menangani anak-anak ini ketika  banjir melanda, seperti perahu karet untuk membantu anak-anak ini berangkat bersekolah. Berbeda jauh ketika Jakarta dilanda banjir 2 atau 3 hari saja, maka  seluruh Indonesia menjadi heboh.  Namun, pernahkah kita mendengar bahwa ketika banjir 5 sampai 6 bulan di pedalaman Kalimantan Tengah ini, maka negeri ini menjadi heboh ?. Hasil hutanku telah habis diangkut untuk kejayaan negeriku, tapi negeriku tidak memperdulikan anak-anak sekolah yang hidup dan menuntut ilmu di daerah pedalaman Kalimantan Tengah. Hak mereka sama dengan anak-anak Indonesia lainnya. Tetaplah semangat untuk sekolah dan menatap masa depan anak-anak pedalaman Kalimantan Tengah. 
  . 
editing-by Maslani-2018